MEDIA SOSIAL PISAU BERMATA DUA, Jadi Topik Perdana Forum Kemisan FISIP UNISBA Blitar

MEDIA SOSIAL Topik Perdana Forum Kemisan MEDIA SOSIAL Topik Perdana Forum Kemisan

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat di era digital memberi dampak signifikan bagi proses pembelajaran di kampus. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Islam Balitar (UNISBA Blitar) membuat terobosan baru untuk menumbuhkan dan membangun suasana akademik di UNISBA Blitar dengan menyelenggarakan Forum Kemisan. Forum Kajian Ilmu Sosial, Politik, Budaya dan Humaniora ini digagas sebagai media bagi insan cendikia untuk berbagi dan bertukar ilmu, pemikiran dan gagasan, serta sebagai ajang diskusi tentang berbagai kasus dan fenomena yang terjadi yang menjadi perhatian masyarakat.

Rektor UNISBA Blitar Dr. Soebiantoro, M.Si. membuka kegiatan sekaligus launching perdana Forum Kemisan pada Kamis (1/02/2023) bertempat di Aula Majapahit. Pada kesempatan ini, Rektor mengapresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan Forum Kemisan yang direncanakan akan diadakan setiap bulan pada hari Kamis minggu pertama. Rektor berharap Forum Kemisan menjadi penggugah semangat bagi dosen dan mahasiswa untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Saya selaku Rektor UNISBA Blitar mengucapkan selamat atas terlaksananya launching perdana Forum Kemisan pada hari ini oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,” ungkap Rektor.

Pada edisi perdana ini, Forum Kemisan mengangkat tema tentang Media Sosial Pisau Bermata Dua”. Menghadirkan dua narasumber yakni Yefi Dyah Nova Harumike, S.I.Kom.,M.A selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi UNISBA Blitar dan Dr. Endah Siswati, S.I.P.,M.S.W yang saat ini menjabat sebagai Dekan FISIP UNISBA Blitar. Kegiatan diikuti sekitar 50 peserta dari kalangan akademisi dan masyarakat umum.

MEDIA SOSIAL PISAU BERMATA DUA, Jadi Topik Perdana Forum Kemisan FISIP UNISBA Blitar
Foto Bersama Rektor UNISBA Blitar bersama peserta dan narasumber “Forum Kemisan”

Yefi Dyah Nova di hadapan peserta Forum Kemisan memaparkan materi perihal Fenomena Normalisasi Flexing dan Self Disclosure di Media Sosial. Menurutnya saat ini uang mampu mengambil peran secara sosial disamping fungsi dasarnya sebagai alat ekonomi. Saat ini materi kerap dijadikan media untuk flexing di media sosial.

“Kekayaan seseorang mampu meningkatkan status sosial, kehormatan, dan prestise di masyarakat. Oleh karena itu untuk mendapatkan apa yang diharapkan kekayaan yang dimiliki seseorang tersebut harus ditunjukkan,” paparnya.

Sementara itu, Endah Siswati memaparkan materi tentang pentingnya mewaspadai dan melepas jerat media sosial. Ia menuturkan pengguna media sosial yang ada di Indonesia kini telah mencapai lebih dari 167 juta orang. Luas dan intensitas penggunaan media sosial yang cukup tinggi membawa konsekuensi yang bertolak belakang, konsekuensi potisif dan negatif yang perlu diwaspadai.

Lebih lanjut, Dekan yang juga menjadi Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPUAN) ini mengungkapkan salah satu akar permasalahan penggunaan sosial media adalah media sosial mampu memicu sisi-sisi negatif individu seperti libido, sifat hedonis, konsumtif, dan kekuatan thanatos atau daya destruktif lainnya.

“Selain itu, media sosial juga seringkali dipahami sebagai hal yang tidak nyata sehingga norma norma di dunia nyata tidak diberlakukan di dunia maya,” jelasnya.

Untuk itu sebagai insan pendidikan, UNISBA BLITAR harus memiliki kepedulian dan kemampuan untuk mendorong dan membangun proses literasi media sosial.

Written by