Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Islam Balitar (UNISBA Blitar) menyelenggarakan proses seleksi tenaga pendidik baru secara terbuka dan profesional. Seleksi ini dilaksanakan pada Rabu (13/8/2025) dengan diikuti oleh delapan pelamar. Seleksi dilakukan dalam dua tahap, yaitu wawancara dan tes microteaching, yang dirancang untuk menilai kompetensi mengajar para pelamar.
Dalam sesi microteaching, masing-masing pelamar diberikan waktu untuk menyampaikan materi di hadapan penguji yang terdiri Wakil Rektor III, Dr. Supriyono, M.Ed, Dekan Fakultas Saintek, Dr. Ir. Kustanto, S.T.,M.T.,IPM, Kaprodi Teknik Informatika, Sri Lestanti, S.Kom.,M.T, Kaprodi Sistem Komputer, Zunita Wulansari, S.Kom.,M.T, Kaprodi Teknik Elektro, Sri Widoretno, S.T.,M.T, dan Kaprodi Teknik Sipil, Hangga Prima Setiawan, S.ST.,M.T.
Dengan sistem seleksi yang objektif dan adil, Fakultas Saintek UNISBA Blitar berkomitmen untuk terus menghadirkan tenaga pengajar yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Seperti yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Saintek saat proses seleksi calon tenaga pengajar di Aula Singasari pagi tadi.
“Alhamdulillah kami tadi baru melaksanakan proses penyeleksian calon tenaga pengajar di Fakultas Sains dan Teknologi. Dalam prosesnya kami menerapkan sistem seleksi yang ketat dan adil sebagai bentuk komitmen UNISBA Blitar untuk menghadirkan tenaga pengajar berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya mengharapkan, melalui proses ini akan mampu menghasilkan tenaga pengajar yang berkualitas dan memiliki semangat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UNISBA Blitar
Seperti diketahui, sebelumnya Fakultas Sains dan Teknologi UNISBA Blitar membuka lowongan tenaga pengajar pada Minggu (1/7/2025) hingga Selasa (30/9/2025). Namun, karena banyaknya pelamar yang masuk, proses seleksi harus dilakukan lebih awal guna mengakomodasi tahapan seleksi yang ketat dan menyeluruh.
