Dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya tenaga kependidikan (Tendik), Universitas Islam Balitar (UNISBA Blitar) menghadirkan Dr. (HC) Al Busyra Basnur, S.H., LL.M mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika periode 2019–2025, sekaligus penggagas Basnur Academy, sebagai narasumber dalam Pelatihan Penguatan Peran Tendik dan Penyiapan Amanah Kepemimpinan yang berfouks pada Pelayanan Publik, Keprotokolan, dan Public Speaking bagi tenaga kependidikan.
Lewat kegiatan tersebut, tenaga kependidikan diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal dalam mendukung kelancaran aktivitas akademik maupun nonakademik di lingkungan universitas. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Rektor UNISBA Blitar, Dr. Soebiantoro, M.Si. Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk UNISBA Blitar guna menyiapkan tenaga kependidikan yang tidak hanya mampu bekerja secara profesional, tetapi juga siap memimpin, melayani, serta mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Penguatan pelayanan prima dan keprotokolan menjadi sangat penting. Protokol bukan sekadar tata tempat atau urutan acara, tetapi mencerminkan ketertiban, etika, penghormatan terhadap jabatan dan lembaga, serta kematangan organisasi,” ujarnya pada Selasa (3/2/2026).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, kegiatan ini juga menyiapkan tenaga kependidikan untuk mengambil peran kepemimpinan di masa depan, sehingga mereka tidak hanya mampu bekerja, tetapi juga siap memimpin, melayani, dan mengemban amanah institusi. Dengan kemampuan yang meningkat, tendik diharapkan dapat memperkuat citra dan reputasi UNISBA Blitar di mata masyarakat luas.
“Kemampuan pelayanan publik, keprotokolan, dan public speaking bukanlah pelengkap, melainkan kompetensi inti bagi tendik masa depan. Cara kita berbicara, bersikap, dan melayani akan menentukan kepercayaan publik dan wibawa institusi,” ungkap Pak Bin, sapaan akrabnya, saat sesi sambutan di Hotel Puri Perdana.
Sementara itu, Dr. (HC) Al Busyra Basnur, S.H., LL.M selaku narasumber menegaskan public speaking menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. Di era modern, tendik tidak hanya dituntut untuk bekerja secara profesional, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan percaya diri, santun, dan efektif, baik dalam pelayanan publik, forum resmi, maupun interaksi kelembagaan.
Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia – Tiongkok ini mengungkapkan, kemampuan public speaking yang baik menjadi kunci bagi tenaga kependidikan untuk menjalankan peran mereka secara maksimal, termasuk dalam mendukung kelancaran acara resmi, penyampaian informasi kepada civitas akademika, serta membangun hubungan yang efektif dengan masyarakat dan mitra institusi.
