Lewat gagasan kritis mengenai tata kelola ketahanan pangan lokal, dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Blitar (UNISBA Blitar) sukses menorehkan tinta emas di kancah regional. Siti Nurul Hidayati dan Adelia Putri Indriyani berhasil memboyong dua predikat sekaligus, yakni Juara 2 Best Paper dan Best Delegation, dalam ajang Temu Mahasiswa Administrasi Negara (Teman Jatim) 2026. Gelaran kompetisi yang berlangsung di Universitas Jember pada Selasa (20/10/2026) tersebut mempertemukan delegasi dari 10 perguruan tinggi ternama di Jawa Timur.
Dalam kompetisi bertema ketahanan pangan tersebut, tim delegasi UNISBA Blitar menyajikan karya tulis ilmiah yang menyoroti implementasi kebijakan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) di Kabupaten Blitar. Penelitian ini berangkat dari fenomena di lapangan terkait dinamika pelaksanaan kebijakan pangan daerah, keterbatasan anggaran, hingga pentingnya koordinasi antarinstansi.
Adelia Putri Indriyani, perwakilan delegasi UNISBA Blitar, menjelaskan bahwa gagasan yang mereka angkat berfokus pada analisis kritis mengenai celah (gap) antara kebijakan ideal pemerintah dengan realitas implementasinya.
“Ketahanan pangan bukan sekadar ketersediaan program, melainkan bagaimana kebijakan tersebut benar-benar diimplementasikan secara efektif di tingkat masyarakat. Dari temuan lapangan, kami melihat masih ada kelompok sasaran yang belum mengetahui keberadaan program CPPD, di samping kendala anggaran dan ketersediaan sumber daya,” ujarnya.
Lebih lanjut, karya ilmiah tersebut memberikan perhatian khusus pada potensi komoditas pangan lokal Kabupaten Blitar, seperti singkong dan umbi-umbian. Tim menyusun kajian mendalam agar komoditas pangan lokal tidak sekadar dipandang secara konseptual, tetapi juga diperhitungkan secara akademis dan realistis sebagai alternatif pendukung beras dalam memperkuat cadangan pangan daerah.
Proses penyusunan karya ilmiah ini melalui dinamika diskusi yang intensif, khususnya dalam menentukan posisi taktis pangan lokal serta pemilihan kerangka teori yang relevan. Di bawah bimbingan dosen pendamping, Jalu Sora Wicitra, S.AP., M.AP gagasan tersebut dimatangkan hingga mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi pemerintah daerah.
“Bimbingan dan masukan dari Pak Jalu Sora Wicitra sangat berperan penting dalam mempertajam analisis serta membangun argumentasi penelitian kami. Kami juga belajar untuk tidak terburu-buru menyimpulkan gagasan sebelum mengujinya dengan data dan kondisi riil di lapangan,” tambah Adelia.
Atmosfer kompetisi yang kompetitif dan diisi oleh berbagai delegasi berbakat dari kampus lain tidak menyurutkan rasa percaya diri tim UNISBA Blitar. Bagi Nurul dan Adelia, capaian dua penghargaan sekaligus ini menjadi kejutan manis atas dedikasi dan kerja keras yang telah dipersiapkan sejak awal.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi pecutan semangat dan inspirasi bagi seluruh civitas akademika UNISBA Blitar, khususnya para mahasiswa FISIP, untuk terus berani berkarya, berinovasi, serta aktif berpartisipasi dalam ajang ilmiah tingkat regional maupun nasional.
