Kolaborasi FAI dan KUA Sananwetan Gelar Bimbingan Remaja Usia Nikah bagi Mahasiswa

Kolaborasi FAI dan KUA Sananwetan Gelar Bimbingan Remaja Usia Nikah bagi Mahasiswa

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Balitar (UNISBA Blitar) bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sananwetan menggelar Sosialisasi Bimbingan Remaja Usia Nikah pada Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini digelar guna membekali generasi muda khususnya mahasiswa UNISBA Blitar dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan, yang dibutuhkan agar mereka siap menghadapi kehidupan berkeluarga di masa depan. Melalui sosialisasi ini, 40 mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi terlihat antusias menyimak seluruh rangkaian acara hingga selesai.

Nampak hadir pada acara ini, Rektor UNISBA Blitar, Dr. Soebiantoro, M.Si, Wakil Rektor III, Dr. Supriyono, M.Ed, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar, Mohammad Kanzul Fathon, S.Ag, M.Pd.I, Kepala KUA Kec. Sananwetan, Habib Mustafa, serta Kaprodi BKI UNISBA Blitar, Hana Athia Akhzalini, M.Si. Selain itu, Bimbingan Remaja Usia Nikah ini menghadirkan dua narasumber profesional, yakni Aziz Fauzan, S.Ag dan dr. Azhar Anwar, M.Kes.

Kepala Kemenag Kota Blitar Mohammad Kanzul Fathon menyampaikan, saat ini muncul kekhawatiran terhadap fenomena menurunnya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang salah satunya dipicu oleh meningkatnya angka perceraian dan kurangnya kesiapan pasangan muda dalam membina rumah tangga. Melalui kegiatan ini, diharapkan para remaja memiliki referensi dan wawasan yang lebih luas tentang makna pernikahan, tanggung jawab keluarga, serta pentingnya kematangan mental, emosional, dan spiritual sebelum menikah.

Senada dengan hal tersebut, Rektor UNISBA Blitar, Soebiantoro turut mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, langkah tersebut menjadi sinergi positif antara pemerintah, ulama, dan masyarakat untuk membangun keluarga yang kuat dan berakhlak.

Pak Bin, sapaan akrabnya, mengharapkan, agar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab moral di kalangan mahasiswa.

“Semoga bimbingan ini tidak hanya berhenti di ruangan ini saja, tetapi menjadi gerakan moral dalam membangun keluarga islami dan tangguh,” ujarnya.