UNISBA Blitar Tegaskan Komitmen, Wujudkan Kampus Bebas Kekerasan dan Narkoba

Dalam rangka menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan serta penyalahgunaan narkoba, Satuan Tugas Penanganan dan Pencegahan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) dan Satuan Tugas Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Universitas Islam Balitar (UNISBA Blitar) menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Pencegahan Kekerasan dan Anti Narkoba di Lingkungan Kampus UNISBA”.

Sosialisasi ini berlangsung selama dua hari, mulai Senin (20/10/2025) hingga Selasa (21/10/2025) bertempat di Aula Majapahit UNISBA Blitar. Acara ini terbagi menjadi dua sesi setiap harinya dengan melibatkan perwakilan mahasiswa dari masing-masing fakultas serta tenaga kependidikan yang ada di lingkungan UNISBA Blitar.

Selama dua hari, kegiatan ini akan menghadirkan dua narasumber yakni , Ida Putri Rarasati, S.Si.,M.Pd dan Eva Nurul Malahayati, M.Pd  dengan dimoderatori oleh Hanik Amaria, S.E.,M.E. Selain menyoroti bahaya narkotika, sosialisasi ini juga memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis kekerasan di lingkungan kampus, mekanisme pelaporan, serta upaya perlindungan terhadap korban.

UNISBA Blitar Tegaskan Komitmen dan Wujudkan Kampus Bebas Kekerasan dan Narkoba
Foto: Foto bersama dengan peserta kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dan Anti Narkoba di Sesi 2

Ketua Satgas PPKPT UNISBA Blitar sekaligus pemateri pertama dalam kegiatan ini, Ida Putri Rarasati, S.Si.,M.Pd mengungkapkan, ragam kekerasan yang mungkin terjadi di lingkungan kampus meliputi kekerasan fisik, kekerasan psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi dan intoleransi, serta kebijakan yang mengandung kekerasan.

Ia menyebut, Satgas PPKPT ini hadir sebagai ruang aman bagi seluruh civitas akademika untuk melapor, mencegah, dan menangani kasus kekerasan di lingkungan kampus. Dirinya menginginkan agar ke depannya seluruh civitas akademika lebih tanggap dan proaktif dalam menciptakan lingkungan kampus yang bersih, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

“Untuk menciptakan lingkungan kampus yang sehat diperlukan upaya proaktif oleh seluruh civitas akademika. Misalnya, ketika kita menjadi saksi atau korban dari kekerasan di kampus, beberapa cara yang dapat kita lakukan adalah berani membela diri, melawan balik dengan cara menyadarkan pelaku, curhat ke teman atau orang tua, hingga lapor ke Satgas PPKPT,” ungkapnya.

Tak jauh berbeda, Eva Nurul Malahayati selaku narasumber kedua mengungkapkan, P4GN selaku pelaksana program pencegahan narkoba berfokus pada upaya mitigasi dan pemberdayaan mahasiswa agar dapat terhindar dari efek buruk narkoba. Eva menyampaikan bahwa melalui berbagai kegiatan edukatif pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran serta peran aktif mahasiswa dalam menjaga diri dari penyalahgunaan narkotika.