Dalam upaya memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang efektif dan berbasis bukti, Bagian Administrasi Kerjasama, Kewirausahaan dan Pusat Pembelajaran Kewirausahaan dan Karir Universitas Islam Balitar (UNISBA Blitar) baru saja menggelar Pelatihan Policy Brief yang diikuti oleh jajaran pengurus terpilih Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) pada Senin (15/8/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan menulis dokumen policy brief yang singkat, jelas, dan persuasif, agar hasil kajian maupun penelitian yang dilakukan mahasiswa dapat menjadi masukan yang relevan dalam proses pengambilan keputusan publik.
Pelatihan yang berlangsung di Aula Tertutup ini dibuka secara resmi oleh Rektor UNISBA Blitar, Dr. Soebiantoro, M.Si dengan turut dihadiri oleh Wakil Rektor I, Ir. Tri Kurniastuti, M.MA., Wakil Rektor III, Dr. Supriyono, M.Ed, serta Kabag Administrasi Kerjasama, Kewirausahaan dan Pusat Pembelajaran Kewirausahaan dan Karir, Drs. Setiawan Adi Subagio, M.Pd.
Lewat kesempatan ini, Rektor UNISBA Blitar menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menyuarakan gagasan berbasis data dan analisis mendalam. Ia mengharapkan, melalui pelatihan ini akan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan gagasan secara sistematis melalui dokumen policy brief. Lebih lanjut ia menyampaikan, keterampilan ini dinilai sangat penting, sebab kebijakan yang baik harus didasarkan pada data dan analisis yang mendalam, bukan sekadar opini.
“Saya juga berharap para peserta dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan dunia kebijakan, serta mampu menyuarakan aspirasi publik dengan cara yang konstruktif dan berbasis bukti,” lanjutnya.
Di sisi lain, Dr. Subandriah, M.M.,TESOL selaku narasumber pada pelatihan ini mengungkapkan pentingnya policy brief sebagai jembatan antara hasil kajian dan pengambilan kebijakan. Dalam materinya, beliau menekankan bahwa mahasiswa harus mampu mengemas gagasan dan data secara ringkas namun kuat untuk memengaruhi para pemangku kepentingan.
“Mahasiswa memiliki banyak ide dan temuan dari diskusi maupun riset. Tinggal bagaimana menyampaikannya dengan cara yang tepat, ringkas, dan berdampak. Di situlah peran policy brief menjadi sangat strategis,” ujarnya.
