Wakil Rektor III Bidang Administrasi Kewirausahaan, Kerja Sama, Kemahasiswaan, dan Pengembangan Nilai Islami Universitas Islam Balitar (UNISBA Blitar), Dr. Drs. Supriyono, M.Ed., menerima penghargaan Asian Education & Academic Impact Leadership Awards 2026 sebagai Asian Education & Academic Impact Leader. Penghargaan tersebut diberikan oleh World Achievement Association yang berkolaborasi dengan Majalah Penghargaan Indonesia.
Penghargaan diserahkan pada 24 Januari 2026 di Sheraton Surabaya Hotel & Towers bersama sejumlah penerima penghargaan lainnya dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari luar negeri. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan serta memberikan dampak akademik di tingkat regional.
Supriyono, sapaan akrabnya, dinilai memiliki dedikasi panjang dalam dunia pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta pemberdayaan masyarakat. Ia juga aktif mendorong pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, perannya dalam membangun jejaring kerja sama internasional dengan berbagai institusi pendidikan turut menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian penghargaan tersebut.
Sejak 2012, Supriyono bergabung sebagai dosen di UNISBA Blitar dan turut merancang berbagai inovasi dalam pengembangan kampus sebagai The Real Entrepreneurial University. Dalam kiprahnya di kampus, ia juga aktif menjalin kerja sama internasional dengan sejumlah perguruan tinggi di Kanada, Thailand, Malaysia, India, dan Australia. Selain menjalankan tugas akademik, Supriyono juga dikenal aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, pembinaan UMKM, serta berbagai organisasi kemasyarakatan dan profesional.
Dalam pidatonya, ia menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia menilai penghargaan tersebut bukan hanya untuk dirinya pribadi, tetapi juga untuk komunitas pendidikan dan masyarakat yang selama ini bekerja bersama dalam berbagai program pengembangan sumber daya manusia.
“Saya bersyukur atas penghargaan ini. Perjalanan saya sebagai pendidik, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, serta dalam pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat lintas budaya, telah mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya tentang jabatan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kepemimpinan yang dijalankan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, seorang pemimpin pendidikan harus mampu membuka peluang, memberi inspirasi, serta mendorong generasi muda untuk memiliki wawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.
“Pemimpin sejati adalah mereka yang mampu memberi cahaya, membuka peluang, dan menginspirasi generasi muda untuk menjadi pribadi yang berdaya, berkarakter, dan siap menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat,” kata Supriyono.
Ia berharap pengalaman kepemimpinan yang dibangun bersama berbagai pihak dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perkembangan pendidikan dan kemajuan masyarakat.
“Semoga apa yang kami lakukan dapat memberi cahaya bukan hanya bagi bangsa, tetapi juga bagi dunia,” pungkasnya.
