Menyambut Hari Santri Nasional, UNISBA Blitar Kukuhkan Semangat Keislaman Lewat Dzikir dan Sertifikasi Al-Quran

Hari Santri Nasional, UNISBA Blitar Kukuhkan Semangat Keislaman Lewat Dzikir dan Sertifikasi Al-Quran

Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar menyambut Hari Santri Nasional dengan penuh semangat melalui kegiatan Sholawat dan Dzikir yang diadakan pada Jumat (17/10/2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Islam (LPANI) bekerja sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) UNISBA Blitar dengan diikuti oleh seluruh civitas akademika mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan.

Pelaksanaan Sholawat dan Dzikir ini juga disertai dengan penyerahan Sertifikasi Al Quran oleh Rektor UNISBA Blitar, Dr. Soebiantoro, M.Si kepada 54 mahasiswa. Sertifikat ini merupakan apresiasi atas hafalan dan keterampilan membaca mahasiswa yang diharapkan semakin menumbuhkan semangat dalam mendalami Al-Qur’an.

Hari Santri Nasional, UNISBA Blitar Kukuhkan Semangat Keislaman Lewat Dzikir dan Sertifikasi Al-Quran
Foto: Rektor UNISBA Blitar Dr. Soebiantoro, M.Si saat memberikan sertifikasi Al-Quran kepada mahasiswa

Rektor, Dr. Soebiantoro, M.Si menekankan, santri adalah simbol manusia yang menyatukan ilmu dan iman, akal dan akhlak, kerja keras dan doa. Semangat perjuangan para santri tercermin dalam sikap tanpa pamrih, ketekunan dalam menuntut ilmu, kedisiplinan waktu, serta penghormatan yang tinggi kepada guru. Nilai-nilai tersebut tidak hanya hidup di lingkungan pesantren, tetapi juga melekat pada siapa pun yang menjadikan hidupnya sebagai bentuk pengabdian.

“Maka dari itu, saya mengajak seluruh mahasiswa UNISBA Blitar untuk menjadi santri intelektual. Santri yang berpikir kreatif, berjiwa entrepreneur, dan berakhlak Qurani. Karena hanya dengan kombinasi itu kita bisa menjadikan kampus ini benar-benar The Real Entrepreneur University yang berjiwa Islam,” lanjutnya.

Sementara itu, KH. Muhtar Luby, M.A selaku Pembina Majlis Talim UNISBA Blitar mengungkapkan bahwa momen perayaan Hari Santri ini menjadi pengingat jasa santri dan para kiai saat ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ia mengungkapkan, fatwa Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asyari menjadi penanda bahwa perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan merupakan kewajiban agama dan negara.

Pimpinan Pondok Pesantren Bustanul Mutaalimin atau yang lebih dikenal sebagai Gus Luby ini menyampaikan bahwa momen Hari Santri seharusnya menjadi pengingat bagi semua kalangan untuk terus berjuang, bukan hanya dalam konteks peperangan fisik, tetapi juga dalam perjuangan menuntut ilmu, menjaga akhlak, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Hari Santri adalah pengingat bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan di medan perang, tetapi juga di ruang-ruang belajar. Mahasiswa hari ini harus menjadi santri intelektual yang siap berjuang melalui ilmu, akhlak, dan karya,” ujarnya.

Kegiatan menyambut Hari Santri ini menjadi sarana bagi civitas akademika untuk saling mendoakan dan mempererat tali persaudaraan, sekaligus membangun atmosfer kampus yang islami dan penuh kedamaian. Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober ini memiliki makna mendalam, mengingat peran vital santri dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Melalui acara seperti ini, UNISBA Blitar tidak hanya mengenang jasa para santri, tetapi juga mengingatkan generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk terus menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat berjuang dalam mencapai cita-cita bersama.