Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang beranggotakan Eva Nurul Malahayati, S.Pd.,M.Pd, Devita Sulistiana, S.Si., M.Pd, dan Adin Fauzi, S.Pd.I., M.Pd dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Balitar (UNISBA Blitar) melaksanakan pelatihan bertajuk “Penguatan Literasi Digital Guru melalui Pelatihan Penyusunan LKPD Digital dan Media Interaktif untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Berbasis Teknologi” di SMA Muhammadiyah 01 Kota Blitar.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua minggu yang dimulai pada Jumat (15/8/2025) hingga Sabtu (30/8/2025) ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan literasi digital para guru sekaligus memperkuat tata kelola sekolah menuju transformasi digital.
Tak hanya menghadirkan tim pelaksana, pelatihan juga mendatangkan narasumber tamu yakni Khamidah, S.Sos seorang guru sekaligus konten kreator pendidikan yang membawakan materi tentang pemanfaatan platform Assemblr EDU. Total sebanyak 16 guru SMA Muhammadiyah 01 Kota Blitar nampak bersemangat untuk mengikuti rangkaian pelatihan. Melalui pelatihan ini, guru tidak hanya belajar aspek teknis, tetapi juga diajak mengimplementasikan hasil karyanya secara kreatif, relevan, dan bermakna.

Ketua Tim PKM Eva Nurul Malahayati mengungkapkan, materi yang disampaikan mencakup penyusunan LKPD digital dan pengembangan media interaktif. Materi disampaikan dengan berbagai platform, seperti Wizer.me, Assemblr EDU, Flipbook, dan Prezi. Media-media tersebut dipilih untuk membekali guru dengan keterampilan digitalisasi pengajaran. Guru diberikan keterampilan menciptakan materi ajar yang menarik, interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital.
“Selama ini penggunaan media digital masih terbatas, sehingga diperlukan alternatif yang lebih beragam agar lahir ekosistem digital yang lebih sehat,” lanjutnya.
Eva mengharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi serta mendukung transformasi digital di lingkungan sekolah. Dengan meningkatnya kompetensi guru, diharapkan proses belajar-mengajar menjadi lebih adaptif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital masa kini.
“Melihat antusiasme para guru pada pelatihan ini saya berharap hal tersebut bisa semakin meningkatkan kompetensi guru. Dalam memberikan pengajaran para guru diharapkan akan lebih adaptif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini,” paparnya.
Selama pelatihan berlangsung guru-guru nampak bersemangat mempraktikkan pembuatan LKPD digital, merancang media interaktif, hingga berdiskusi dan bertukar gagasan. Seluruh produk yang dihasilkan selama pelatihan telah memenuhi indikator literasi digital. Indikator yang mencakup yakni aspek etika, budaya, kecakapan, dan keamanan dalam pemanfaatan teknologi.
