Dzikir dan Doa Bersama, Sambut Bulan Ramadan dengan Hati Bahagia

Dzikir dan Doa Bersama, Sambut Bulan Ramadan dengan Hati Bahagia

Dalam rangka menyongsong bulan suci Ramadan 1446 H, Universitas Islam Balitar (UNISBA Blitar) menggelar kegiatan Dzikir dan doa bersama yang berlangsung di Aula Terbuka UNISBA Blitar pada Jumat (21/02/2025). Kegiatan dzikir dan doa bersama ini diawali dengan khotmil quran dan dimeriahkan oleh penampilan grup sholawat  Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Nurul Mujahid serta parade sholawat dari pelajar dari Jamiyah Takmiril Madaris (JTM) Blitar Raya.

Nampak hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor I Ir. Tri Kurniastuti, M.MA, Wakil Rektor III Dr. Supriyono, M.Ed, Kepala LPANI UNISBA Blitar Dr. Nailul Khoiri, M.Pd.I, serta tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan UNISBA Blitar.

Dzikir dan Doa Bersama, Sambut Bulan Ramadan dengan Hati Bahagia
Foto : Sesi parade sholawat dari pelajar JTM Blitar Raya

Rohmat Khudori, S.H.,M.Ag selaku penceramah pada kegiatan kali ini mengibaratkan bulan Syaban sebagai “bulan menyiram”. Menyiram dalam hal ini diartikan seperti menyiram tanaman untuk membantu pertumbuhannya. Jadi, Syaban adalah waktu untuk memperbanyak amal dan persiapan spiritual menuju bulan Ramadan.

“Sementara itu, bulan Ramadan dianggap sebagai waktu yang penuh berkah dimana usaha yang telah dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya (Rajab dan Syaban) akan mencapai puncaknya. Seperti memanen hasil dari tanaman yang telah disiram dan dirawat, Ramadan adalah saat untuk menuai pahala dari amal ibadah yang telah dikerjakan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan kepada peserta majlis untuk menata hati yang lapang dan niat tulus dalam menyambut bulan Ramadan. Sebab, menurutnya, dengan hati yang bahagia akan dapat memberikan dampak positif tidak hanya pada aspek spiritual, tetapi juga pada kesehatan mental dan hubungan sosial.

“Mari menata hati di bulan Ramadan, karena perasaan sedih dan bahagia akan sangat mempengaruhi kondisi kita dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan. Karena, sejatinya puasa bukan hanya soal menahan makan dan minum, tetapi juga melibatkan pengendalian diri dalam hal-hal lain yang dapat mengganggu ibadah dan ketakwaan,” paparnya.