Diskominfo Jatim Bekali Masyarakat Keterampilan Hadapi Hoax

Diskominfo Jatim Bekali Masyarakat Keterampilan Hadapi Hoax

Mahasiswa Universitas Islam Balitar (UNISBA Blitar) ikut ambil bagian pada sosialisasi Cek Fakta dalam rangka penanganan informasi palsu (hoax) yang diadakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur pada Jumat (6/12/2024). Sosialisasi yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai lapisan masyarakat ini mengambil tema “Bikin Konten, Cek Fakta Dulu Dong” dengan bertempat di Gedung Graha Bhakti Hutama Praja Kantor Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Acara yang dilaksanakan sejak pagi tersebut dihadiri oleh Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.SI.,M.IP selaku Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Diyah Larasati selaku Praktisi Literasi Digital, Roziqi Hariyanto selaku Relawan Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) Surabaya, serta perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar.

Roziqi Hariyanto sebagai narasumber, dalam materinya yang berjudul “Tips Bikin Konten Prebunking Untuk Pencegahan Hoaks” mengatakan, dalam proses prebunking harus ada tujuan yang jelas dengan desain konten yang menarik minat pembaca. Roziq menambahkan dibutuhkan waktu sekitar 4 hingga 6 jam untuk mengecek kebenaran sebuah informasi.
“Ada namanya Prebunking dan Debunking. Prebunking lebih ke antisipasi hoax agar tidak menyebar (sebelum informasi menyebar), sedangkan debunking adalah pengecekan fakta di lapangan (sesudah hoax menyebar),” jelas Roziq.

Diyah Larasati sebagai Praktisi Literasi Digital menekankan pentingnya mengenali jenis-jenis gangguan informasi yang muncul. Melalui tema “Bikin Konten, Cek Fakta Dulu Dong”, ia menyebutkan tiga jenis gangguan informasi yang kerap ditemui, diantaranya misinformasi (informasi yang salah), disinformasi (hoax yang sengaja disebar), dan malinformasi (fakta yang disebar untuk merugikan orang lain).

“Dapat info dari orang yang dipercaya otomatis kita juga pasti percaya, padahal mereka sebagai penyebar informasi juga tidak tau kebenarannya,” paparnya.

Diyah menghimbau bagi siapapun yang menerima informasi yang mencurigakan diharapkan segera mengecek kebenarannya melalui laman s.id/cekhoaks. Demikian diperlukan kemampuan berfikir kritis untuk menyaring informasi dengan baik.

Pada sosialisasi ini peserta yang hadir tampak antusias dengan materi yang dipaparkan. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang datang memenuhi ruangan dan pertanyaan yang dilontarkan baik dari mahasiswa UNISBA Blitar maupun peserta lainnya.